Habarbalangan.com — Kenaikan harga terong lalap atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai tarung pinang membawa angin segar bagi petani di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Pada Minggu (25/10/2026), harga komoditas tersebut di tingkat pengepul mencapai Rp18 ribu per kilogram.
Kondisi ini disambut gembira oleh Arbani, petani asal Desa Merah, Kecamatan Awayan. Ia mengaku bersyukur karena harga jual hasil panennya kali ini mencapai angka tertinggi selama dirinya menggeluti penjualan terong lalap kepada pengepul setempat.
“Baru kali ini harga terong lalap sampai Rp18 ribu per kilogram di pengepul. Tentu kami sebagai petani merasa senang,” ujar Arbani.
Tak hanya di tingkat petani, harga terong lalap di pasaran juga terpantau lebih tinggi, yakni berkisar Rp20 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi ukuran serta kualitas buah yang dijual.
Meningkatnya harga komoditas ini diduga tidak terlepas dari berkurangnya pasokan di pasaran. Kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut diperkirakan turut memengaruhi ketersediaan hasil pertanian, sehingga berdampak terhadap harga jual.
Menariknya, Arbani tidak membutuhkan lahan yang luas untuk mendapatkan hasil dari budidaya terong lalap. Ia memanfaatkan lahan kecil di belakang rumah untuk menanam sayuran tersebut dan memperoleh hasil panen yang dinilai cukup menjanjikan.
Menurutnya, terong lalap termasuk tanaman yang relatif mudah dibudidayakan. Selain itu, tanaman ini dinilai cukup tahan terhadap sejumlah gangguan penyakit, termasuk bercak daun dan jamur.
Pengalaman Arbani menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran dapat menjadi salah satu peluang usaha bagi masyarakat. Terlebih, ketika harga jual sedang tinggi, hasil panen dari lahan terbatas pun berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi petani.












