Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD Puskesmas Tanah Habang) resmi meluncurkan inovasi layanan kesehatan UPT (Upaya Peduli Tuberkulosis) sebagai upaya meningkatkan angka kesembuhan sekaligus memutus rantai penularan Tuberkulosis (TBC) di wilayah kerjanya.
Inovasi UPT menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pengobatan TBC jangka panjang, khususnya untuk mencegah pasien putus obat (loss to follow up) serta mengurangi stigma terhadap penderita TBC di masyarakat. Program ini mengintegrasikan pendekatan medis, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat melalui tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah Sistem Pengingat Digital (Smart Reminder), yakni pemanfaatan platform digital untuk mengirim notifikasi harian kepada pasien dan Pengawas Menelan Obat (PMO) guna memastikan kepatuhan konsumsi obat sesuai jadwal. Pilar kedua, Layanan Jemput Bola (Mobile Clinic), dilakukan melalui skrining aktif dan pendampingan langsung ke kawasan permukiman padat penduduk untuk menjangkau kelompok rentan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Pilar ketiga adalah Program Edukasi Sebaya (Peer-to-Peer Support), yang melibatkan penyintas TBC yang telah sembuh sebagai pendamping pasien baru. Program ini memberikan dukungan moral sekaligus edukasi kepada masyarakat bahwa TBC dapat disembuhkan.
Kepala UPTD Puskesmas Tanah Habang, Gusti Rahmiati, mengatakan inovasi UPT menitikberatkan pada aspek kemanusiaan dan kemudahan akses layanan.
“Keberhasilan pengobatan TBC sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dan dukungan lingkungan. Inovasi ini memastikan setiap pasien mendapatkan pendampingan hingga benar-benar sembuh,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Berdasarkan data awal pelaksanaan program, terjadi peningkatan signifikan dalam penemuan kasus TBC secara dini serta penurunan angka ketidakpatuhan berobat. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk mencapai target Eliminasi TBC pada tahun 2030.
Puskesmas Tanah Habang mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala batuk berkepanjangan. Seluruh layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC disediakan secara optimal dan mudah diakses oleh warga.
“UPT (Upaya Peduli Tuberkulosis) merupakan unit layanan kesehatan yang berfokus pada pencegahan, pengendalian, dan pengobatan TBC melalui layanan yang komprehensif, edukatif, dan inklusif,” tambahnya.















