Habarbalangan – Di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, suasana berbeda terasa pada Senin (22/1/2026). Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkumpul bukan sekadar untuk mendengar paparan, tetapi untuk belajar membaca masa depan usaha mereka. Hari itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan bersama PT Adaro Indonesia menggelar Kelas Sharing bertajuk Menuju Inovasi UMKM Balangan Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi gagasan dan pengalaman, sekaligus dorongan agar UMKM Balangan tidak berhenti pada pola usaha lama. Ketua Pelaksana kegiatan, Ahmad Fahriza, menegaskan bahwa kelas sharing ini dirancang sebagai langkah awal memperkuat peran UMKM dalam pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, UMKM memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi lokal. Namun, tantangan ke depan menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif, kreatif, dan berani melakukan inovasi agar mampu bertahan dan berkembang.
Dukungan terhadap UMKM juga datang dari PT Adaro Indonesia. Perwakilan PT Adaro Indonesia, Yuri Budhi Sujalmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mendorong pelaku UMKM agar lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya.
Ia menekankan pentingnya keberanian pelaku usaha untuk menampilkan dan memperkenalkan produk unggulan yang dimiliki. Dari situ, pelaku UMKM diharapkan mampu menemukan nilai terbaik dari produknya dan membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas, baik melalui program Adaro Spectapreneur maupun inovasi daerah lainnya.
Melalui kelas sharing ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya inovasi dalam dunia usaha, khususnya di tengah dinamika bisnis yang terus berubah. Inovasi tidak hanya dimaknai sebagai hal besar, tetapi juga langkah-langkah kecil yang konsisten dan berdampak bagi keberlanjutan usaha.
Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta ini diharapkan mampu melahirkan UMKM Balangan yang lebih tangguh, berdaya saing, dan siap menyongsong tantangan ekonomi tahun 2026.












