Tim Sepak Bola Cerebral Palsy (CP) NPC Kabupaten Balangan tampil luar biasa dan tak terbendung saat menghadapi NPC Kabupaten Banjar dalam laga final perebutan medali emas Peparprov V Kalimantan Selatan 2025, Selasa malam 25 November. Dengan permainan disiplin dan strategi matang, Balangan sukses menuntaskan perlawanan Banjar dan kembali mengukir sejarah emas.
Mengandalkan pola permainan umpan-umpan pendek, dominasi penguasaan bola, dan instruksi taktis dari sang pelatih Asparin, Balangan tampil menonjol sejak menit awal. Meski demikian, Banjar membalas dengan gaya sepak bola praktis yang dimotori Rizky dan Anwari melalui permainan cepat serta agresif lewat umpan panjang dan tembakan jarak jauh, meski banyak yang tidak mengarah ke gawang.
Pada babak pertama, serangan yang dibangun dari bola mati berbuah kemelut di depan gawang Banjar. Kekacauan itu dimanfaatkan Abdi, pemain bernomor punggung 17, untuk mencetak gol ke gawang yang dijaga kiper tangguh Agil Syafik. Skor berubah menjadi 1–0 untuk Balangan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tim Banjar yang ditangani Coach Wahid tampil lebih terbuka dan intens. Serangan cepat mereka beberapa kali membuat lini pertahanan Balangan kewalahan. Namun, penampilan gemilang kiper Nasrusllah menjadi penyelamat setelah ia berhasil menggagalkan sejumlah peluang berbahaya.
Sementara itu, Balangan tetap tenang dan lebih banyak memainkan tempo. Kesalahan kecil saja dapat mengundang bahaya dari serangan cepat Banjar, sehingga Balangan menjaga ritme permainan dengan sabar membangun serangan agar tidak terpancing.
Serangan bertubi-tubi dari Banjar justru meninggalkan celah di sektor sayap. Abdi membaca situasi itu dengan baik dan memanfaatkannya untuk memperlebar ruang serang bagi Ridhani.
Upaya tersebut berbuah gol kedua melalui aksi Abdi di sektor sayap kiri dan mampu dituntaskan Ridhani melalui sudut sempit sebelah kanan, yang kembali memaksa Agil Syafik memungut bola dari gawangnya. Skor menjadi 2–0 untuk Balangan hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Asparin menjelaskan bahwa strategi menahan tempo dan bermain rapat dipilih untuk meredam gaya permainan cepat Banjar. Menurutnya, stamina menjadi faktor penting dalam pertandingan ini. Ia juga menegaskan tidak melakukan pergantian pemain karena pergantian dinilai berpotensi mengubah arus permainan yang sudah stabil.
“Tim Kabupaten Banjar terkenal dengan serangan cepatnya. Selain berbahaya, pola permainan mereka sangat menguras tenaga pemain kita,” ujar Asparin.
Ia menambahkan bahwa pergantian pemain hanya akan dilakukan jika dalam kondisi tertinggal atau terjadi cedera karena final bukan tempat untuk mencoba-coba taktik baru.
Kemenangan ini menjadi dejavu manis bagi Balangan. Kedua tim sebelumnya juga bertemu di babak final Peparprov III Kalsel tahun 2017 di Kabupaten Tabalong, dan saat itu Balangan juga berhasil tampil sebagai juara.















