Habarbalangan – Di tengah derasnya hujan akhir tahun dan meningkatnya potensi bencana alam, masyarakat Balangan memilih untuk menundukkan kepala, menyatukan tangan, dan melangitkan doa. Kamis malam (4/12/2025), Masjid Al Akbar Paringin dipenuhi cahaya, lantunan ayat suci, serta wajah-wajah penuh harap dalam acara Balangan Bermunajat, sebuah kegiatan yang diselenggarakan BPBD sebagai ikhtiar spiritual menghadapi 2025.
Sekretaris Dewan DPRD Balangan, H. Tamrin, turut hadir sebagai bagian dari rombongan pemerintah dan masyarakat yang datang untuk memohon keselamatan daerah. Baginya, kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi sebuah wujud kesadaran bersama bahwa ikhtiar harus berjalan seiring do’a.
“Ini bentuk ikhtiar bersama. Balangan memiliki potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor. Melalui munajat ini kita bermohon perlindungan, sekaligus mempersiapkan diri untuk agenda besar seperti Haul Abah Guru Sekumpul dan Balangan Bersholawat 2025,” ujar Tamrin.
Acara dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, dan dihadiri SKPD, Forkopimda, para habaib, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai daerah. Suasana khidmat terasa sejak awal: jamaah menunaikan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an, do’a bersama, hingga ditutup oleh salat Isya.
Bagi Tamrin, acara ini membawa makna lebih dari sekadar kegiatan ibadah. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai ruang mempererat kebersamaan, meningkatkan gotong royong, dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi segala kemungkinan.
“Dengan Balangan Bermunajat, kita berharap Allah SWT menjauhkan daerah kita dari segala bencana. Spirit kebersamaan ini yang harus kita jaga,” tambahnya.
Antusiasme warga yang memenuhi masjid menjadi tanda bahwa Balangan tidak hanya bersandar pada kesiapsiagaan teknis, tetapi juga kekuatan batin. Pemerintah daerah pun berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun, sebagai tameng spiritual dan perekat solidaritas masyarakat.
Balangan bermunajat, Balangan berikhtiar. Tahun 2025 mungkin penuh tantangan, namun doa menjadi penerang pertama dalam setiap langkah yang akan dihadapi bersama.















