Habarbalangan – Pemerintah Kabupaten Balangan resmi melepas sebanyak 189 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ke-12 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah Kabupaten Balangan.
Pelepasan mahasiswa KKN tersebut berlangsung di Paringin dan dihadiri Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Balangan, Rudiansyah, yang mewakili Bupati Balangan.
Dalam sambutannya, Rudiansyah menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Ia menepis anggapan bahwa kuliah tidak memberikan manfaat.
“Kuliah bukan penipuan. Di perguruan tinggi, mahasiswa mendapatkan keterampilan baru, jejaring relasi yang luas, pengalaman berharga, serta pola pikir yang lebih baik,” ujarnya.
Sebanyak 189 mahasiswa KKN Ke-12 UMB ini akan ditempatkan di 17 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Balangan selama 1 bulan. Pemerintah daerah berharap kehadiran mahasiswa dapat berinteraksi aktif dengan masyarakat dan pemerintah desa setempat.
Rudiansyah menekankan bahwa mahasiswa tidak dituntut menyelesaikan seluruh persoalan di masyarakat, melainkan berkontribusi melalui gagasan, pengetahuan, dan pengabdian sesuai kapasitas masing-masing.
“KKN yang baik adalah ketika mahasiswa mampu menginspirasi anak-anak desa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Balangan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, salah satunya lewat kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dalam program Beasiswa Seribu Sarjana.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi melalui program KKN merupakan bentuk kolaborasi strategis yang diharapkan terus berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana KKN, Muhammad Ansari, menjelaskan bahwa program KKN tahun ini terbagi ke dalam dua skema, yakni program individu dan program kelompok. Program individu disesuaikan dengan keilmuan mahasiswa, sedangkan program kelompok difokuskan pada penguatan digitalisasi desa.
“Fokusnya antara lain digitalisasi layanan publik, pengembangan marketplace UMKM desa, serta promosi digital objek wisata agar jangkauannya lebih luas,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mendorong kemajuan desa melalui pemanfaatan teknologi digital serta memberikan kontribusi nyata selama masa pengabdian.















