BATANG, habarbalangan.com – Program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional turut mendukung percepatan pemutakhiran data digital pertanahan yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Taruni STPN, Nadia Putri Febrianti, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan mereka adalah sinkronisasi antara data fisik sertipikat dengan peta digital. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tumpang tindih data pertanahan.
“Tujuan KKNP ini adalah pemutakhiran data agar sertipikat yang sudah ada bisa terpetakan secara digital dan tidak terjadi tumpang tindih. Banyak sertipikat fisiknya ada, tapi belum landing di peta digital,” ujarnya saat ditemui di lokasi penugasan di Kabupaten Batang, Rabu (11/02/2026).
Dalam prosesnya, taruna/i melakukan digitasi gambar ukur dan surat ukur menggunakan perangkat lunak pemetaan. Data tersebut kemudian diverifikasi langsung di lapangan dengan mencocokkan batas tanah serta pengambilan titik koordinat bersama perangkat desa dan pemilik tanah.
Rekan satu tim, Satrio Binandika Sakti, menyebut pemutakhiran ini penting untuk menjamin kepastian hukum dan mencegah konflik pertanahan. “Pemutakhiran ini untuk menjamin kepastian hukum. Tanah yang belum terpetakan berpotensi menimbulkan klaim atau tumpang tindih. Dengan pemetaan, bidang menjadi lebih jelas dan clean,” tuturnya. (Adv)















