Habar Balangan – Ratusan warga Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, mengikuti kegiatan tahunan menangguk dan bagagap di Sunga Rarawa, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu tradisi masyarakat yang biasanya dilaksanakan saat musim kemarau. Warga secara bersama-sama turun ke sungai untuk mencari ikan dengan menggunakan berbagai peralatan tradisional.
Salah seorang warga Desa Tebing Tinggi, Yanto, mengatakan kegiatan menangguk atau bagagap telah menjadi aktivitas yang dilakukan masyarakat ketika kondisi sungai mulai surut pada musim kemarau.
“Biasanya kegiatan seperti ini kami laksanakan saat musim kemarau. Warga kemudian saling memberi kabar untuk bersama-sama turun ke sungai dan melakukan menangguk atau bagagap,” ujar Yanto.
Menurutnya, antusiasme warga cukup tinggi. Ratusan masyarakat berkumpul dan menyusuri aliran Sungai Rarawa, mulai dari bagian hulu hingga ke hilir, untuk mencari ikan.
“Kami bersama warga lainnya turun ke sungai, mulai dari hulu hingga ke hilir, untuk menangguk dan mendapatkan iwak,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, warga tidak hanya menggunakan tangguk atau melakukan bagagap. Sejumlah warga juga menggunakan alat tangkap tradisional lainnya, seperti rinji, hancau berukuran kecil, panah atau katikan, hingga tombak.
Yanto menyebutkan, lokasi kegiatan berada di sepanjang anak Sungai Rarawa dengan panjang sekitar 500 meter. Kondisi sungai yang mulai surut saat musim kemarau menjadi salah satu faktor yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Lokasinya cukup panjang, anak sungai ini sekitar 500 meter. Jadi warga bisa menyebar dari hulu sampai ke hilir untuk mencari ikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan menangguk dan bagagap tersebut bukan kali pertama dilaksanakan. Tradisi itu telah beberapa kali digelar dan kini menjadi kegiatan tahunan yang dinantikan masyarakat.
“Acara seperti ini sudah beberapa kali kami lakukan. Mungkin ini sudah yang kelima kalinya kami melaksanakan event tahunan menangguk,” tuturnya.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang bagi warga untuk mencari ikan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Desa Tebing Tinggi. Tradisi menangguk dan bagagap sekaligus menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih dipertahankan warga di tengah kehidupan masyarakat modern.






