Habar Balangan — Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Balangan mendapat perhatian dari Himpunan Mahasiswa (Hima) Ilmu Komputer Universitas Sapta Mandiri.
Anggota Hima Ilmu Komputer Universitas Sapta Mandiri, Husniyaturridha, mengatakan aksi mahasiswa merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons terhadap kondisi kualitas udara yang sedang terjadi di Balangan.
“Bagi kami mahasiswa Ilmu Komputer, udara bersih bukan sekadar variabel fisik, melainkan hak asasi mendasar,” ujar Husniyaturridha. Senin 7/9/2026
Menurutnya, kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Batumandi, Lampihong hingga Paringin menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan warga yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
Hima Ilmu Komputer menyebut berdasarkan data yang mereka terima, konsentrasi partikulat di Balangan sempat mencapai 880,7 mikrogram dan dikategorikan sangat berbahaya. Kondisi tersebut dinilai harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Dari perspektif teknologi informasi, mahasiswa menilai masyarakat membutuhkan akses informasi yang cepat dan akurat mengenai kualitas udara serta titik panas atau hotspot. Informasi tersebut diharapkan dapat terintegrasi dan tersedia secara real-time hingga ke masyarakat.
Hima Ilmu Komputer juga mendorong pemanfaatan teknologi seperti citra satelit dan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk membantu pemetaan hotspot, pemantauan kondisi udara, serta penyampaian informasi mitigasi kepada masyarakat.
Selain memanfaatkan teknologi, mahasiswa memilih mengambil aksi langsung dengan membagikan masker kepada masyarakat di wilayah terdampak. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk perlindungan sementara yang paling cepat dilakukan di tengah memburuknya kualitas udara.
“Pembagian masker bukan solusi akhir untuk menghentikan Karhutla, tetapi ini adalah bentuk perlindungan sementara sekaligus wujud kepedulian nyata kami agar masyarakat terlindungi dari paparan langsung polutan berbahaya,” jelasnya.
Hima Ilkom Universitas Sapta Mandiri juga menyerukan kepada pemerintah dan pihak berwenang agar memperkuat penanganan Karhutla serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Sementara masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas, dan bersama-sama menjaga lingkungan.
Mahasiswa menegaskan, teknologi, data, dan aksi nyata harus berjalan bersama untuk membantu memulihkan kondisi lingkungan serta mengembalikan langit biru di Balangan.












