Habar Balangan — Harga cabai Tiung Tanjung di tingkat petani Kabupaten Balangan mengalami peningkatan dan kini berada pada kisaran Rp85 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram, Selasa (8/9/2026).
Kenaikan harga tersebut menjadi kabar positif bagi petani. Namun, peluang mendapatkan keuntungan lebih besar masih bergantung pada kemampuan tanaman bertahan dan menghasilkan buah secara maksimal di tengah kondisi kemarau.
Salah seorang petani cabai, Armani, menyebut harga di tingkat petani saat ini sudah cukup tinggi. Bahkan, harga di pasaran berpotensi mencapai Rp100 ribu per kilogram.
“Sekarang harga di tingkat petani sekitar Rp85 ribu sampai Rp95 ribu per kilogram. Kalau di pasaran bisa saja tembus Rp100 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi harga yang baik menjadi motivasi bagi petani untuk mempertahankan tanaman agar tetap produktif. Terlebih, peningkatan hasil panen akan memberikan peluang pendapatan yang lebih besar.
Meski demikian, musim kemarau menjadi tantangan tersendiri. Tanaman cabai membutuhkan penyiraman secara rutin karena kondisi tanah lebih cepat kering. Ketersediaan air pun menjadi salah satu faktor penting agar tanaman tidak mengalami gangguan pertumbuhan.
Perawatan juga harus dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama, terutama trips dan kutu kebul. Hama tersebut dapat menghambat perkembangan tanaman hingga menyebabkan daun berguguran.
Armani berharap kondisi tanaman tetap terjaga hingga masa panen sehingga tingginya harga cabai dapat benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
“Kalau harga sedang bagus seperti ini, tentu harapannya tanaman bisa bertahan dan buahnya banyak. Jadi perawatan harus tetap dilakukan,” katanya.
Dengan harga yang kini berada di level tinggi, petani berharap produksi cabai Tiung Tanjung dapat meningkat. Panen yang maksimal dinilai menjadi kunci agar peluang keuntungan di tengah tingginya harga dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.












