ASN Bapperida Balangan Ramaikan Pasar Paringin, Belanja Cil Dongkrak Omzet Pedagang Lokal

ASN Bapperida Balangan Ramaikan Pasar Paringin, Belanja Cil Dongkrak Ekonomi Pedagang Lokal (Foto : Istimewa)

Habarbalangan.com — Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan meramaikan Pasar Paringin melalui kegiatan berbelanja bersama, Kamis (8/10/2026). Aksi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal sekaligus upaya menggerakkan perekonomian masyarakat melalui program Bela Pedagang dan Jasa Kecil atau Belanja Cil.

Mengenakan pakaian sasirangan, para ASN menyusuri kawasan pasar dan membeli beragam kebutuhan, mulai dari pakaian hingga perlengkapan rumah tangga. Kehadiran mereka menambah aktivitas jual beli sekaligus memberikan peluang bagi pedagang untuk meningkatkan pendapatan di tengah perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin banyak berbelanja secara daring.

Kepala Bapperida Kabupaten Balangan, Rakhmadi Yusni, mengatakan program Belanja Cil merupakan salah satu upaya mendorong perputaran ekonomi daerah dengan melibatkan ASN dalam mendukung pedagang dan penyedia jasa lokal. Menurutnya, uang yang dibelanjakan di daerah diharapkan terus berputar dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak mewajibkan ASN berbelanja di tempat tertentu. Setiap pegawai tetap memiliki kebebasan menentukan tempat berbelanja sesuai kebutuhan masing-masing. Meski demikian, ia berharap ASN dan masyarakat semakin memprioritaskan produk serta jasa lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Balangan.

Dampak kegiatan tersebut turut dirasakan oleh para pedagang. Salah satu ASN Bapperida, Resty, mengungkapkan dirinya membelanjakan uang hingga ratusan ribu rupiah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia membeli pakaian sekitar Rp100 ribu, kipas angin Rp250 ribu, serta kebutuhan rumah tangga lainnya sekitar Rp500 ribu.

“Kita ingin ekonomi di Balangan ini hidup lagi, jangan hanya belanja secara online,” ucap Resty.

Peningkatan aktivitas pembelian juga dirasakan Selin Rosmalina, pedagang pakaian anak dan daster di Pasar Paringin. Ia mengaku omzet penjualannya meningkat selama kegiatan Belanja Cil berlangsung. Nilai transaksi setiap pembeli di lapaknya bervariasi, mulai dari Rp100 ribu, Rp200 ribu, hingga Rp300 ribu.

“Alhamdulillah omzet lumayan meningkat. Transaksi dari pegawai yang berbelanja bervariasi, ada yang Rp100 ribu, Rp200 ribu, sampai Rp300 ribu di tempat saya,” jelas Selin.

Menurut Selin, jumlah pembeli di Pasar Paringin belakangan ini cenderung menurun seiring perubahan kebiasaan masyarakat yang beralih ke belanja daring dengan sistem pembayaran di tempat atau cash on delivery (COD). Karena itu, ia berharap kegiatan Belanja Cil dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan melibatkan lebih banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Balangan secara bergantian.

Harapan serupa disampaikan petugas parkir Pasar Paringin, Akhmad Fauzan Maulana. Ia menilai keterlibatan lebih banyak perangkat daerah dalam kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat dan membuat aktivitas perdagangan semakin ramai. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan oleh pedagang maupun masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pasar.

Melalui program Belanja Cil, Pemerintah Kabupaten Balangan diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap usaha kecil dan jasa lokal secara berkelanjutan. Gerakan sederhana dengan berbelanja langsung di pasar tradisional tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan pedagang, tetapi juga menjadi langkah bersama untuk menjaga perputaran uang tetap berada di daerah dan memperkuat perekonomian masyarakat Balangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *