Habarbalangan.com — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Balangan terus mendorong transformasi pelayanan publik melalui pengembangan berbagai inovasi. Hingga 2026, sebanyak 18 inovasi baru telah diluncurkan sehingga total inovasi yang dimiliki instansi tersebut kini mencapai 25 program.
Berbagai inovasi ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Fokus pengembangannya mencakup pembenahan administrasi internal, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, hingga penguatan promosi dan pengawasan investasi daerah.
Dalam mendukung tata kelola internal, DPMPTSP Balangan menghadirkan sejumlah sistem berbasis digital. Di antaranya Si Gitar V.2 untuk pengelolaan arsip elektronik, Simpan sebagai sistem persuratan, serta ASINAN GANAL MANIS yang memberikan kemudahan administrasi kepegawaian melalui microsite.
Selain itu, terdapat E-Buta untuk pencatatan tamu secara elektronik dan Rajin Bercalek yang digunakan dalam rekapitulasi perizinan berusaha. Upaya peningkatan pendapatan asli daerah juga didukung melalui inovasi Merit Berkah dan PADANG LARON yang memanfaatkan media videotron.
Pada sektor pelayanan perizinan, masyarakat diberikan kemudahan melalui Lapak Jiwa untuk konsultasi perizinan dan aplikasi Si Cantik sebagai layanan terpadu. Sementara itu, PUITIS memungkinkan penerbitan perizinan berusaha berbasis risiko secara otomatis.
Informasi mengenai persyaratan perizinan juga semakin mudah diperoleh melalui DISCO, yang memungkinkan masyarakat mengakses ketentuan layanan cukup dengan memindai barcode.
Kemudahan pelayanan turut diperkuat di Mal Pelayanan Publik (MPP). DPMPTSP menyediakan E-Madu MPP sebagai sarana pengaduan, SISUKA MELI MPP untuk survei kepuasan masyarakat secara daring, serta MPP Menyapa sebagai media penyampaian informasi layanan.
Tidak hanya berorientasi pada pelayanan, DPMPTSP Balangan juga mengembangkan inovasi untuk memperluas peluang investasi daerah. Daku Pentas digunakan untuk menghimpun data pelaku usaha penyumbang investasi, sedangkan Terasa Singkat menjadi wadah mempertemukan pelaku usaha guna mendorong pertumbuhan investasi.
Adapun SIPPENTAS menghadirkan informasi peta potensi investasi daerah berbasis WebGIS yang dapat diakses calon investor. Sementara PAPARAZI difungsikan untuk memetakan pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Balangan, Akhriani, Senin (2/11/2026), mengatakan pengembangan inovasi tersebut merupakan bentuk keseriusan pihaknya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, setiap inovasi dirancang agar proses administrasi maupun pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha dapat berlangsung lebih efektif, cepat, serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin setiap proses, baik di internal maupun dalam melayani masyarakat dan pelaku usaha, berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Inovasi-inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan dan dari ide para pegawai kami sendiri,” ujarnya.
Akhriani menambahkan, pengembangan inovasi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan capaian reformasi birokrasi setelah DPMPTSP Balangan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ke depan, instansinya terus mempersiapkan langkah menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Ia memastikan seluruh inovasi yang telah diluncurkan akan terus dipantau dan dievaluasi agar dapat dikembangkan sesuai kebutuhan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen DPMPTSP Balangan dalam menghadirkan pelayanan perizinan dan investasi yang semakin mudah, responsif, dan berkualitas melalui moto pelayanan SIMPATIK.












