Kabut Asap Karhutla, Disdikbud Balangan Berlakukan PJJ 12–13 Oktober

Disdikbud Balangan Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh 12–13 Oktober 2026 akibat Asap Karhutla (Foto : Habar Balangan)

Habarbalangan.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR) pada 12–13 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kabupaten Balangan.

Kebijakan ini berlaku bagi satuan pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di lingkungan Disdikbud Kabupaten Balangan.

Pelaksanaan pembelajaran dari rumah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan H. Abiji pada Nomor 420/2795/Disdikbud-BLG/2026 tertanggal 11 Oktober 2026. Kebijakan ini menjadi upaya untuk melindungi kesehatan peserta didik dan warga satuan pendidikan di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.

Melalui kebijakan tersebut, kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh selama dua hari, yakni Senin dan Selasa, 12–13 Oktober 2026.

Selain menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran, Disdikbud Balangan juga mengatur mekanisme pelaporan kegiatan PJJ atau BDR. Laporan pelaksanaan pembelajaran disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan melalui bidang pembinaan masing-masing.

Pelaporan tersebut dilakukan melalui tautan yang telah disediakan, yakni https://bit.ly/Laporan-PJJ-Karhutla, sebagai bagian dari pemantauan pelaksanaan pembelajaran selama kebijakan belajar dari rumah berlangsung.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta didik sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan meskipun pembelajaran dilaksanakan dari rumah.

Disdikbud Balangan juga mengajak seluruh pihak terkait, mulai dari satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, hingga peserta didik, untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi yang ada.

Langkah tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan peserta didik di tengah dampak karhutla, tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pendidikan di Kabupaten Balangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *