MEDAN, habarbalangan.com – Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito mengapresiasi langkah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang melibatkan taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dalam percepatan restorasi arsip pertanahan pascabencana di Aceh Tamiang.
Menurutnya, melalui program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP), taruna tidak hanya berkontribusi dalam pemulihan arsip, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang tangguh.
“Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh taruna dan taruni untuk belajar secara langsung di lapangan, memahami pentingnya kesiapsiagaan, serta membangun komitmen dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat melalui terpeliharanya arsip pertanahan sebagai bukti yang sah,” ujarnya.
Ia menegaskan, arsip pertanahan memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan kepastian hukum dan perlindungan hak milik masyarakat, sehingga proses restorasi harus dilakukan dengan teliti dan melibatkan sinergi berbagai pihak.
“Penyelamatan arsip pascabencana dapat menjadi bagian dari ketahanan nasional. Tidak secara langsung harus mengangkat senjata, tetapi dengan memperbaiki arsip-arsip pertahanan yang ada, kalian ikut membangun barisan untuk memperkuat ketahanan nasional,” pesannya.
Sementara itu, Awaludin mengingatkan taruna agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab meski dihadapkan pada berbagai tantangan di lapangan. Diharapkan, proses restorasi arsip dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan. (Adv)















