Habar Balangan – Harga cabai merah atau cabai tiung tanjung di Kabupaten Balangan mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Di tingkat petani, harga cabai saat ini berkisar antara Rp65 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram, Kamis (18/6/2026).
Tingginya harga cabai dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan pasar yang tidak sebanding dengan ketersediaan hasil panen di lapangan. Kondisi tersebut membuat harga cabai terus bersaing di pasaran.
Meski harga jual tergolong tinggi, petani menilai kondisi tersebut bukan sepenuhnya menguntungkan. Pasalnya, produksi cabai saat ini mengalami penurunan akibat banyaknya tanaman yang gagal panen.
Salah satu petani cabai di Balangan, Su’aib, mengatakan cuaca dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak Maret hingga Mei lalu menjadi penyebab utama berkurangnya hasil panen petani.
Menurutnya, curah hujan yang tinggi memicu berbagai serangan penyakit tanaman, seperti bercak daun, busuk batang akibat Fusarium, hingga antraknosa yang menyebabkan banyak tanaman cabai rusak.
“Harga cabai memang sedang tinggi, tetapi hasil panen petani banyak yang berkurang karena serangan penyakit saat musim hujan kemarin. Banyak tanaman yang gagal panen,” ujar Su’aib.
Selain persoalan cuaca, petani juga
mengeluhkan mahalnya harga sarana produksi pertanian. Kenaikan harga pestisida, herbisida, fungisida, dan mulsa plastik dinilai semakin menambah beban biaya usaha tani.
Su’aib berharap pemerintah melalui petugas penyuluh lapangan (PPL) dapat memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada petani, terutama dalam penanganan penyakit tanaman dan penerapan budidaya yang tepat saat musim hujan.
“Kami berharap ada pendampingan dari PPL kepada masyarakat dan petani di Balangan agar dapat membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan,” pungkasnya.












