Habarbalangan – Musim kemarau yang memasuki puncaknya membawa ancaman yang tak bisa dianggap sepele. Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran hutan, lahan, hingga permukiman di Kabupaten Balangan menunjukkan tren peningkatan. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan meningkatkan status kewaspadaan sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif mencegah terjadinya bencana yang lebih luas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, menyampaikan bahwa meningkatnya eskalasi kejadian kebakaran menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Balangan kini telah memasuki situasi darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Memasuki bulan Agustus yang identik dengan puncak musim kemarau, potensi munculnya titik api diperkirakan akan semakin tinggi.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, memastikan instalasi listrik dan peralatan yang berpotensi memicu api dalam kondisi aman, serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Menurut BPBD, keberhasilan mencegah kebakaran tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi juga memerlukan kepedulian seluruh warga. Setiap tindakan sederhana, mulai dari tidak membakar lahan hingga memastikan sumber api dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah, dapat menjadi langkah penting untuk melindungi lingkungan dan keselamatan bersama.
Melalui imbauan ini, BPBD Balangan berharap budaya kewaspadaan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kesiapsiagaan dan partisipasi semua pihak, risiko kebakaran selama musim kemarau diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan jiwa, harta benda, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Karhutla Meningkat, BPBD Keluarkan Imbauan












