Habar Balangan – Inovasi pelayanan kesehatan berbasis kearifan lokal kembali mengharumkan nama RSUD Datu Kandang Haji Balangan. Nienies Nurika Setyani, S.Farm berhasil meraih Juara Terbaik II Bidang Kefarmasian dalam Penganugerahan Penghargaan bagi Tenaga Kesehatan Teladan di Rumah Sakit Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi APPOSUS BALANGAN, yakni Apoteker Pastikan Obat Khusus Insulin dan Inhaler yang Aman dengan Media Edukasi Berbasis Bahasa Banjar.
Nienies menjelaskan, inovasi tersebut lahir dari temuan di ruang rawat inap, di mana masih terdapat pasien yang belum memahami cara penggunaan insulin dan inhaler dengan benar.
“Ulun melihat masih banyak pasien yang belum paham cara menggunakan insulin dan inhaler dengan benar. Edukasi sebelumnya sebagian besar dilakukan secara verbal dan belum menggunakan media yang memadai,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena hampir seluruh pasien di ruang rawat inap lebih nyaman menerima penjelasan menggunakan Bahasa Banjar dibandingkan Bahasa Indonesia.
Berangkat dari kondisi tersebut, Nienies mencoba menghadirkan metode edukasi yang lebih sederhana, mudah dipahami, serta dekat dengan budaya dan keseharian pasien.
Melalui APPOSUS BALANGAN, edukasi diberikan oleh apoteker menggunakan Bahasa Banjar, dilengkapi leaflet berbahasa Banjar, demonstrasi langsung menggunakan alat peraga, serta metode teach-back.
Dengan metode tersebut, pasien tidak hanya menerima penjelasan dari tenaga kesehatan, tetapi juga diminta mempraktikkan kembali cara penggunaan insulin maupun inhaler. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasien benar-benar memahami prosedur penggunaan obat secara tepat dan aman.
“Hasilnya, pemahaman pasien meningkat. Jadi, pasien tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mampu mempraktikkan kembali cara penggunaan obat dengan benar,” jelasnya.
Nienies menyebut, inovasi tersebut juga mendapat dukungan dari drg. H. Sudirman, sehingga dapat dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di RSUD Datu Kandang Haji Balangan.
Ke depan, APPOSUS BALANGAN akan terus dikembangkan dengan memanfaatkan media digital. Salah satunya melalui pembuatan video edukasi penggunaan insulin dan inhaler dalam Bahasa Banjar yang dilengkapi QR Code.
Dengan pengembangan tersebut, pasien diharapkan dapat mengakses materi edukasi kapan saja dan di mana saja, termasuk setelah mendapatkan pelayanan di rumah sakit.
“Harapan ulun, inovasi ini tidak berhenti sebagai sebuah kompetisi, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pelayanan dan memberikan manfaat bagi pasien,” tuturnya.
Nienies juga berpesan kepada sesama tenaga kesehatan agar tidak ragu untuk memulai inovasi, meskipun dari hal yang sederhana.
“Jangan takut memulai inovasi dari hal sederhana. Tidak harus selalu menggunakan teknologi yang canggih atau biaya besar. Dengan memahami kebutuhan pasien dan memberikan pelayanan yang lebih dekat dengan mereka, inovasi kecil pun bisa memberikan dampak besar terhadap keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan,” pungkasnya.
Penghargaan yang diraih Nienies pada 26–27 Agustus 2026 tersebut menjadi bukti bahwa inovasi sederhana yang berangkat dari kebutuhan pasien dapat memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.












