SIMPATI UGD Bawa Deny Raih Juara I Tenaga Kesehatan Tingkat Provinsi

Inovasi SIMPATI UGD Bawa Deny Wahyuni Raih Juara I Tingkat Provinsi

Habar Balangan – Prestasi membanggakan kembali diraih tenaga kesehatan RSUD Datu Kandang Haji Balangan. Deny Wahyuni berhasil meraih Juara I Penganugerahan Penghargaan bagi Tenaga Kesehatan Teladan di Rumah Sakit Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Prestasi tersebut diraih melalui inovasi SIMPATI UGD (Sistem Monitoring Pasien Terintegrasi dan Informatif terkait dengan Panjangnya Durasi Pasien Berada di UGD).

Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi terhadap persoalan waktu tunggu pasien (waiting time) dan panjangnya durasi pasien berada di Unit Gawat Darurat (UGD).

Menurut Deny, lamanya waktu tunggu menjadi salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan kecemasan pasien dan keluarga.

“Semakin lama pasien berada di UGD, maka tingkat kecemasan keluarga pasien semakin meningkat. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kepuasan pasien dan persepsi masyarakat terhadap mutu pelayanan rumah sakit,” ujar Deny.

Melalui SIMPATI UGD, keluarga pasien dapat memperoleh informasi pelayanan secara transparan dan real-time melalui media visual digital berupa televisi yang tersedia di UGD.

Sistem tersebut menampilkan sejumlah informasi, seperti inisial nama pasien, nomor bed, triase, status pelayanan, hingga sisa waktu tunggu.

“Dengan adanya informasi tersebut, keluarga pasien dapat mengetahui perkembangan pelayanan yang sedang berlangsung tanpa harus terus-menerus menanyakan kondisi kepada petugas,” jelasnya. Jum’at 28/8/2026

Selain memberikan kepastian informasi, SIMPATI UGD juga diharapkan mampu membantu meningkatkan efisiensi kerja petugas serta mendukung pelayanan yang lebih tertib dan informatif.

Deny mengatakan, inovasi tersebut akan terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas. SIMPATI UGD memiliki keunggulan karena biaya penerapannya relatif rendah dan memanfaatkan sistem yang telah tersedia.

“Karena biaya rendah dan mudah diterapkan, inovasi ini memiliki potensi untuk direplikasi di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” katanya.

Deny mengaku terharu dan tidak menyangka dapat meraih Juara I, terlebih tahun ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti ajang Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

“Saya pastinya terharu dan tidak menyangka, karena ini pertama kalinya saya mengikuti ajang pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi. Saya bersaing dengan orang-orang yang sudah berpengalaman dan bahkan bisa dikatakan senior dari saya,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada drg. Sudirman serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan hingga dirinya mampu meraih prestasi tersebut.

Deny berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Jangan takut untuk memulai dan menuangkan ide atau permasalahan yang didapatkan. Tuangkan dan kembangkan melalui inovasi yang bisa menjadi solusi,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *