Habar Balangan – Tradisi gotong royong masyarakat dalam rangka membantu keluarga yang akan melaksanakan pernikahan masih terus dilestarikan warga Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan.
Tradisi yang dikenal masyarakat setempat sebagai “Mangayu Pengantin” tersebut kembali dilaksanakan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan dan kepedulian antarwarga dalam membantu mempersiapkan keperluan keluarga yang akan menggelar acara perkawinan. Sabtu 29/8/2026
Wahab, warga Desa Tebing Tinggi, mengatakan tradisi Mangayu Pengantin sudah dilaksanakan sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi gotong royong ini sudah lama dilaksanakan secara turun-temurun. Warga bersama-sama membantu keluarga yang akan melaksanakan perkawinan,” ujarnya.
Sebelum kegiatan dimulai, warga terlebih dahulu berkumpul dengan membawa berbagai peralatan yang diperlukan, seperti mesin senso untuk menebang dan memotong kayu, kapak, serta parang.
Sebagian warga bertugas membersihkan ranting-ranting pohon dan menyiapkan kayu karet yang akan digunakan. Setelah para pemuda dan warga berkumpul, mereka kemudian menggunakan mobil truk untuk mengangkut kayu dalam jumlah lebih banyak.
Secara bergotong royong, warga mengangkat potongan-potongan kayu dan memasukkannya ke dalam bak truk hingga muatan hampir penuh. Setelah itu, kayu dibawa menuju rumah warga yang akan melaksanakan acara perkawinan.
Sesampainya di lokasi, para warga terlebih dahulu dipersilakan untuk beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang telah disediakan oleh keluarga pemilik rumah.
Setelah beristirahat, kegiatan kembali dilanjutkan. Kayu-kayu yang telah dikumpulkan kemudian dipotong menggunakan mesin senso dan dibelah dengan kapak agar lebih mudah digunakan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan memasak selama rangkaian acara perkawinan.
Dengan jumlah warga yang cukup banyak, pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secara bersama-sama dalam waktu relatif singkat. Kayu yang telah dibelah kemudian ditumpuk dan dikeringkan untuk digunakan nantinya.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, warga kemudian makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur. Kegiatan juga ditutup dengan pembacaan doa selamat.
Tradisi Mangayu Pengantin tidak hanya membantu meringankan pekerjaan keluarga yang sedang mempersiapkan acara perkawinan, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi, kekeluargaan, dan semangat gotong royong masyarakat Desa Tebing Tinggi.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih kuat dipertahankan oleh masyarakat pedesaan di Kabupaten Balangan.












