Habarbalangan.com — Pelatihan berbasis kompetensi Program Plate Welder SMAW 4G-/UP/PE yang bersumber dari dana CSR PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Tahun Anggaran 2025 resmi ditutup. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Balangan, Selasa (6/10/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama 47 hari tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan dan kompetensi peserta, khususnya dalam bidang pengelasan yang memiliki peluang kerja cukup luas di berbagai sektor industri.
Perwakilan PT Bukit Makmur Mandiri Utama, Rudi Candra, mengatakan pihaknya berharap keterampilan yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan memasuki dunia kerja.
“Dalam pelatihan ini, kami berharap keterampilan dan keselamatan kerja selalu menjadi hal yang utama. Jadikan pelatihan ini sebagai modal awal untuk meningkatkan skill,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BLK Kabupaten Balangan yang telah melaksanakan pelatihan selama 47 hari. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan para instruktur yang telah memberikan pembelajaran dan pendampingan kepada para peserta.
“Kami mengapresiasi BLK Kabupaten Balangan yang selama 47 hari telah melaksanakan pelatihan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para instruktur yang telah membimbing dan memberikan ilmu kepada peserta,” katanya.
Sementara itu, Kepala BLK Kabupaten Balangan Abdul Mukhlis berpesan kepada para peserta agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan kemampuan sebagai seorang plate welder. Menurutnya, keterampilan yang telah diperoleh perlu dibarengi dengan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
“Kami berpesan, teruslah belajar menjadi plate welder. Kedisiplinan dan tanggung jawab harus terus dijaga karena itu menjadi kebutuhan dalam dunia kerja,” ungkapnya.
Abdul Mukhlis juga meminta para peserta untuk tidak mudah menyerah setelah menyelesaikan pelatihan. Ia menyebutkan, peluang kerja bagi tenaga terampil masih terbuka, termasuk di berbagai perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi pengelasan.
“Harapannya rekan-rekan nanti jangan putus asa. Banyak perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja di luar sana. Manfaatkan keterampilan yang sudah didapat selama mengikuti pelatihan ini,” pungkasnya.
Penutupan pelatihan tersebut sekaligus menjadi awal bagi para peserta untuk menerapkan kompetensi yang telah diperoleh, baik dalam mencari peluang kerja maupun mengembangkan keterampilan di bidang pengelasan secara berkelanjutan.












