Habarbalangan.com — Memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan di dalam rumah sakit. Hal itu juga ditunjukkan oleh Sahminan bersama dua rekannya yang setiap hari menjalankan tugas sebagai sopir layanan Menyapa Ramah di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Kandang Haji (RSDKH) Balangan.
Ketiganya bertugas memastikan pasien yang telah menyelesaikan pengobatan dapat kembali ke rumah dengan aman dan nyaman. Bahkan, layanan pengantaran tersebut menjangkau sejumlah wilayah yang cukup jauh hingga ke pelosok Kabupaten Balangan.
Sahminan mengatakan, layanan Menyapa Ramah mendapat respons positif dari masyarakat. Setiap harinya, satu unit mobil rata-rata mengantarkan sekitar 3 hingga 6 pasien. Dengan tiga kendaraan yang beroperasi, jumlah pasien yang dilayani bisa mencapai lebih dari 15 orang dalam sehari.
Menurutnya, setiap sopir memiliki rute pengantaran masing-masing. Pembagian wilayah tersebut dilakukan agar pelayanan dapat berjalan lebih teratur dan pasien bisa diantarkan sesuai alamat tempat tinggalnya.
Meski demikian, perjalanan menuju beberapa desa terkadang memiliki tantangan tersendiri. Salah satu kendala yang paling sering mereka alami adalah ban kendaraan bocor di tengah perjalanan.
Sahminan menjelaskan, waktu tempuh menuju wilayah tertentu juga tidak sebentar. Untuk beberapa lokasi pedalaman, perjalanan pulang pergi bahkan bisa menghabiskan waktu sekitar dua hingga tiga jam.
“Kami selalu siap apabila ada masyarakat yang membutuhkan layanan Menyapa Ramah. Untuk jam operasional, kami bertugas mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WITA,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah menyelesaikan pengantaran pasien, para sopir biasanya kembali ke rumah sakit untuk bersiap melayani pasien berikutnya. Jika terdapat beberapa pasien yang harus diantarkan pada waktu bersamaan, mereka mengatur jadwal secara bergantian sambil menunggu kendaraan tersedia.
Bagi Sahminan, tugas tersebut bukan sekadar pekerjaan mengemudikan kendaraan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membantu masyarakat, khususnya pasien yang kesulitan mendapatkan transportasi setelah menjalani pemeriksaan maupun pengobatan di rumah sakit.
Ia pun merasa bangga dapat terlibat langsung dalam pelayanan tersebut. Terlebih, bisa mengantarkan pasien sampai ke rumah dengan selamat memberikan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri baginya.
“Kami senang bisa membantu masyarakat. Apalagi ketika pasien sudah sampai di rumah dengan selamat, rasanya ada kepuasan tersendiri karena bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” tutupnya.












